7 Fakta Arak Bali, Warisan Budaya Tak Benda Jadi Souvenir Resmi KTT G20 di Bali

Suara.com – KTT G20 yang diadakan di Bali merupakan konferensi pemimpin negara besar, yang ditujukan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan dunia. Namun tahukah Anda bahwa arak Bali menjadi salah satu souvenir yang diberikan? Berikut beberapa fakta arak Bali, yang menjadi souvenir G20 di Bali.

1. Fakta Pertama, Tidak Menggunakan Tambahan Kimia

Arak Bali terkenal sebagai salah satu minuman tradisional asli Bali, yang dibuat secara alami dengan bahan-bahan yang sudah ada dari alam.

Meski memiliki kandungan alkohol yang cukup tinggi, namun faktanya arak Bali tidak menggunakan tambahan alkohol atau bahan kimia lain. Bahan utama yang digunakan adalah tuak pohon kelapa.

2. Kedua, Nikmat Dicampur Bahan Alami Lain

Karena pada dasarnya arak Bali menggunakan bahan alami saat pembuatan, maka minuman tradisional ini juga sedap dicampur dengan bahan alami lain. Mulai dari rempah-rempah, buah-buahan, hingga bahkan madu, bisa membuat arak ini semakin sedap diminum.

Beberapa buah yang dicampurkan antara lain mangga, jeruk Bali, nanas, hingga beragam jenis beri.

3. Sertifikasi Aman dari BPOM

Arak Bali juga menjadi salah satu minuman tradisional yang secara resmi sudah diberikan sertifikasi oleh BPOM. Sertifikasi ini diberikan untuk arak yang telah diberikan tambahan rempah dan buah, seperti yang disebutkan di atas tadi, setelah melewati proses yang cermat.

Jelas, selama konsumsinya tidak berlebihan, minuman tradisional ini idealnya tidak memberikan dampak negatif.

4. Dipercaya Memiliki Banyak Manfaat

Arak Bali juga dipercaya memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah menurunkan panas tubuh. Namun untuk memperoleh manfaat ini, arak Bali tidak dikonsumsi dengan diminum. Arak Bali dibubuhkan pada sapu tangan, hingga basah, dan sapu tangan diletakkan di bawah pusar. Dengan begini, suhu tubuh akan turun.

5. Merupakan Warisan Budaya Tak Benda

Fakta arak Bali selanjutnya adalah bahwa minuman tradisional ini telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Hal ini didasari dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 414/P/2022 tentang Penetapan WBTB Indonesia tahun 2022.

6. Produsen Dilindungi

Dengan menggunakan Perda dan Pergub, produsen arak Bali dilindungi secara hukum legal. Dengan aturan ini pula kemudian koperasi dapat mengembangkan pengemasan produk arak Bali agar menjadi semakin eksklusif, sehingga nilainya semakin tinggi.

7. Souvenir G20

Arak Bali juga menjadi souvenir resmi dari KTT G20 yang diadakan di Bali. Setidaknya terdapat lima varian rasa yang disediakan untuk konferensi ini, yakni rasa manggis, kopi, beri, rempah, dan arak Bali murni.

Itu tadi setidaknya tujuh fakta arak Bali yang bisa dibagikan dalam artikel ini terkait dengan KTT G20 yang akan segera berlangsung. Semoga bermanfaat, dan selamat melanjutkan aktivitas Anda!



Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website suara.com. Situs https://www.nerf-herders-anonymous.net adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://www.nerf-herders-anonymous.net tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *