Baru Diputus 6 Bulan Penjara, Medina Zein Bakal Jalani Sidang Perkara Penipuan di Surabaya

Suara.com – Jaksa Penuntut Umum Kejari Tanjung Perak menerima penyerahan tersangka dan barang bukti (penyerahan Tahap II), terhadap Medina Zein yang dilaporkan terkait dugaan penipuan tas mahal.

Medina Zein pun sudah diserahkan di Kejaksaan Negeri Tanjung Perak, Rabu (26/10/2022). Hal tersebut diketahui dari rilis yang telah diterima oleh kantor suara.com.

Medina Zein saat menjalani sidang Replik di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (26/9). [Suara.com/Oke Atmaja]

“Hari Rabu tanggal 26 Oktober 2022, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejari Tanjung Perak menerima penyerahan tersangka dan barang bukti (penyerahan Tahap II), perkara Perlindungan Konsumen atau Penipuan, serta penyerahan Barang bukti yang turut diserahkan yaitu tas merk HERMES yang diduga palsu sejumlah 9 (sembilan) buah dari berbagai tipe,” ungkap Putu Arya Wibisana, Kasi Intelijen, Kejaksaan Negeri Tanjung Perak, Surabaya.

Dari keterangan Medina dijadikan tersangka setelah dia menawarkan barang palsu kepada beberapa saksi.

Medina Zein usai membacakan pledoi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis (22/9). [Suara.com/Oke Atmaja]
Medina Zein usai membacakan pledoi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis (22/9). [Suara.com/Oke Atmaja]

“Medina Susani alias Medina Zein Binti Pujo Nistianto pada tanggal 28 Juli 2021 menawarkan tas merk HERMES kepada saksi Uci Flowdea Sudjiati pada waktu saksi sedang berada di rumahnya, yang beralamat di Graha Family Blok N 167, Mutiara Golf Kota Surabaya via aplikasi Whatsapp. Dia mengatakan bahwa tas tersebut adalah asli merk HERMES. Atas penawaran tersebut saksi merasa tertarik dan membeli 9 (sembilan) tas merk HERMES tersebut yang pembayaran dengan cara Transfer,” jelas Putu Arya Wibisana.

“Namun setelah diperiksa dan ditunjukkan kepada pihak HERMES INTERNATIONAL tas tersebut adalah Produk Palsu,” sambungnya.

Medina Zein bersiap menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (19/9). [Suara.com/Oke Atmaja]
Medina Zein bersiap menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (19/9). [Suara.com/Oke Atmaja]

Merasa kecewa Uci meminta uang yang telah diserahkan untuk dikembalikan. Namun uang tersebut tidak juga kembali.

“Atas kejadian tersebut saksi Uci membatalkan pembelian tas tersebut dan meminta kembali uang yang telah ditransfer kepada tersangka, akan tetapi tersangka tidak pernah mengembalikan uang saksi Uci sehingga mengalami kerugian kurang lebih sebesar Rp. 1.395.000.000,- (satu milyar tiga ratus sembilan puluh lima juta rupiah),” jelasnya.

Atas kejadian tersebut tersangka Medina Zein terancam hukuman 8 tahun penjara.

Medina Zein saat manjelani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (5/9). [Suara.com/Oke Atmaja]
Medina Zein saat manjelani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (5/9). [Suara.com/Oke Atmaja]

“Tersangka disangkakan pasal Pertama Pasal 62 ayat (1) jo. Pasal 9 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen atau Kedua pasal 378 KUHP dari penyidik Polrestabes Surabaya. JPU Kejari Tanjung Perak Surabaya juga segera akan melimpahkan berkas perkara tersebut ke Pengadilan Negeri Surabaya untuk disidangkan,” tutup Putu.



Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website suara.com. Situs https://www.nerf-herders-anonymous.net adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://www.nerf-herders-anonymous.net tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *