Berdalih Bantu Teman, Kevin Aprilio Tegaskan Tak Dibayar Promosikan Robot Trading Net89

Suara.com – Kevin Aprilio menegaskan kalau dia tak dibayar saat promosikan robot trading Net89 dari PT SMI. Menurutnya, tindakan itu sebatas untuk membantu seorang teman.

“Jadi saya nggak terima uang dari perusahaan ini. Saya betul-betul hanya bantu temen saya,” kata Kevin di Jakarta, Senin (31/10/2022).

Kevin Aprilio [Instagram/@kevinaprilio]

Menurut Kevin Aprilio, temannya itu punya rekam jejak yang baik, terutama soal bisnis. Sehingga dia mau promosikan apa yang diminta sang teman.

“Teman saya ini juga bukan orang yang suka bisnis aneh-aneh. Saya nggak perlu sebut nama lah, ya. Tapi bisnisnya sebelum ini asuransi, dia juga punya Indomaret. Mungkin saat pandemi mencoba bisnis lain, jadi ya udahlah saya coba testimoni,” kata pemain piano Vierratale tersebut.

Bagi Kevin, memberikan testimoni seperti itu dianggap biasa dan sering ia lakukan. Sadar kalau testimoninya bisa jadi sangat berpengaruh, Kevin memilih untuk tetap nerhati-hati dalam berucap.

Zainul Arifin, pengacara korban robot trading di Mabes Polri, Rabu (26/10/2022) [Suara.com/Rena Pangesti]
Zainul Arifin, pengacara korban robot trading di Mabes Polri, Rabu (26/10/2022) [Suara.com/Rena Pangesti]

Ia memastikan bahwa testimoni yang diucapkannya pada Januari 2022 itu juga menyertai bukti kalau perusahaan investasi itu sudah legal dari pemerintah.

“Di testimoni itu saya jelas menyebutkan legal, bisa dicek sendiri. Dan saya juga bilang harus pakai uang dingin kalau mau coba, jangan sembrono memakai uang panas. Karena saya juga hati-hati sekali dalam mempromosikan itu,” ujar dia.

Kevin merasa yakin izin tersebut resmi dari pemerintah karena telah terdaftar di situs Kementerian Perdagangan. Selain itu, ia juga tahu bahwa untuk mendapatkan surat izin usaha penjualan langsung (SIUPL) dari Kemendag harus melengkapi banyak persyaratan.

Terlebih, ia juga diberitahu kalau PT SMI tersebut dibuat sejak 2017 dan telah memiliki banyak kantor cabang dan 100 ribu konsumen.

“Kalau sudah seperti itu, saya diminta untuk bantu mempromosikan sesuatu yang legal tidak ada salahnya. Tapi, ternyata perihal di perjalanan ada penyimpangan, saya nggak tahu apakah itu dari perusahaan atau di keluar, itu sudah diluar tanggung jawab saya,” ujar Kevin.

Karenanya, musisi 32 tahun itu merasa diperlakukan tak adil bila dia turut dilaporkan oleh korban investasi bodong robot trading Net89.

“Saya merasa tidak fair kalau saya disalahkan, diduga mempromosikan sesuatu yang ilegal, karena dasarnya legal pada saat itu,” ucap dia.

Sebelumnya, 230 korban robot trading net89 diwakili kuasa hukumnya, M Zainul Arifin melaporkan lima figur publik ke Bareskrim Polri. Mereka antara lain Kevin Aprilio, Atta Halilintar, Taqy Malik, Adri Prakarsa, dan Mario Teguh.

Kevin, Adri, dan Mario Teguh diduga promosikan robot trading Net89. Sementara Atta dan Taqy diduga menerima duit hasil kejahatan dari pengelola Net89.



Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website suara.com. Situs https://www.nerf-herders-anonymous.net adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://www.nerf-herders-anonymous.net tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *