Karya dari Anggota KBM App Laris Diminati Produser, 30 Cerita Siap Diangkat ke Film

Suara.com – Mengadaptasi cerita novel untuk kemudian dijadikan film, sinetron, atau web series belakangan kerap dilakukan produser atau rumah produksi. Ada beberapa keuntungan atau kelebihan yang didapatkan dengan cara ini.

Menurut produser dan sutradara Aditya Gumay, mengangkat cerita dari novel, apalagi novel best seller, biasanya memberikan jaminan film akan lebih mudah mendapatkan penonton.

Pasalnya, banyak yang sudah tahu mengenai cerita tersebut, dan orang-orang yang telah membaca novelnya, penasaran dengan visualisasi yang ditampilkan dalam film layar lebar.

Aditya Gumay [Instagram]

“Cerita yang bepotensi dialihkan dari novel ke film, akan mengundang banyak penonton. Karena sudah menjadi bukti novel laris biasanya mendatangkan banyak penonton,” kata Aditya Gumay, ditemui dalam acara Kopdar Nasional KBM App dengan tema “Tips & Trik: Buku Dilirik Produser Film” di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Kekinian, Aditya Gumay dengan rumah produksi Smardhana Production melirik karya dari penulis-penulis yang tergabung di KBM Apss. Tak tanggung-tanggung, sutradara Lenong Bocah ini akan mengambil 24 cerita dari penulis KBM App.

“Kenapa sampai 24 cerita saya tertarik, potensi bisnisnya besar dan mengundang banyak penonton. Ketika saya baca cerpen Mbak Asma Nadia yang Rumah Tanpa Jendela dan Naik Haji, saat itu pertimbangannya karena ceritanya menarik dan bagus. Saat saya jadi prodser dan ajak rekan bisnis, mereka minta data. Ini novel apa, berapa banyak yang membaca, dan potensinya bagaimana. Ini kuat buat ajak produser lain,” ujar Aditya Gumay.

Selain Aditya Gumay, Filriady Kusmara selaku Direktur MNC Pictures di acara yang sama, juga memiliki tanggapan yang senada dengan Aditya Gumay. Menurutnya, mengambil cerita dari novel bisa meningkatkan target market dari penonton.

Acara Kopdar Nasional KBM App di Indonesia Intenational Book Fair (IIBF) 2022, JCC Hall B, Jakarta. [dokumentasi pribadi KBM App]
Acara Kopdar Nasional KBM App di Indonesia Intenational Book Fair (IIBF) 2022, JCC Hall B, Jakarta. [dokumentasi pribadi KBM App]

“Siapa yang enggak kenal sosok Asma Nadia. Kami berharap menciptakan karya yang baik. Melihat gimana gempuran tema horor enggak semuanya positif, banyak memaksakan, kami resah. Novel ini kita melihat jadi saran ke masyarakat bahwa jangan takut sama hantu, apalagi di agama kita. Tetap harus menjaga dengan baik. Ini akan diminati anak-anak dan keluarga,” tutur Filriady Kusmara.

KBM App adalah sebuah aplikasi digital yang menaungi para penulis KBM (Komunitas Bisa Menulis). KBM App saat ini memiliki 1,2 juta anggota di mana 800 ribu di antara alah penulis dan pembaca aktif yang tersebar di berbagai pelosok Indonesia.

KBM App telah diunduh sebanyak 987 downloader dan lebih dari 73.721 user KBM adalah penulis yang sudah mulai berkarya dan 6.185 di antaranya sudah berpenghasilan.

Setiap harinya ada 300 cerita dan 1.500 bab baru serta 150 ribu aktivitas baca. Saat ini di KBM App, tercatat, ada 208.020 cerita yang terbagi menjadi mencapai 1.637.067 bab. Total view di KBM App mencapai 452.294.816 kali.



Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website suara.com. Situs https://www.nerf-herders-anonymous.net adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://www.nerf-herders-anonymous.net tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *