Tiba-tiba Nyeri Punggung! Bisa Jadi Tanda dari Saraf Kejepit

Suara.com – Nyeri punggung adalah suatu kondisi dimana punggung atau bagian belakang tubuh mengalami rasa sakit atau ngilu, sehingga membuat seseorang kesulitan untuk beraktivitas. Kondisi ini biasanya dapat terjadi karena beberapa faktor serta mengindikasikan adanya suatu penyakit yang mungkin saja dimiliki seseorang.

Nyeri punggung merupakan salah satu penyakit yang paling sering dijumpai oleh masyarakat. Kondisi ini sering kali menyerang bagian bawah tulang belakang tubuh kita, karena area tersebut merupakan area yang paling rentan untuk terkena nyeri karena paling banyak memikul beban dari berat badan kita sendiri.

Tapi meski begitu, nyeri punggung sering kali dianggap sepele oleh banyak orang terutama orang dewasa yang sering melakukan aktivitas fisik. Kebanyakan orang biasanya akan beristirahat dan tidur jika mengalami kondisi ini. Meski terkadang kondisi ini bisa saja sembuh hanya dengan beristirahat, nyeri punggung juga bisa saja menandakan adanya suatu keabnormalan pada tubuh kita jika rasa sakitnya tidak kunjung hilang.

Jika tidak segera ditangani, nyeri punggung bisa menjadi suatu masalah yang serius loh, salah satunya yaitu saraf kejepit atau hernia nukleus pulposus (HNP). Apa penyebab dari saraf kejepit ini?

Penyebab Saraf Kejepit, Apa karena Angkat Galon?

Apakah kalian pernah merasa sakit pada bagian punggung setelah mengangkat galon? Banyak orang yang sering merasakan nyeri pada bagian punggungnya setelah mereka mengangkat galon atau beban yang berat. Kondisi ini terjadi karena galon merupakan salah satu benda yang memiliki berat yang cukup besar, yaitu 19 kilogram.

Mungkin mengangkat galon tidak akan menyebabkan saraf kejepit secara langsung. Namun jika kalian mungkin terlalu sering mengangkat galon dengan cara yang salah, hal ini bisa meningkatkan risiko kalian untuk terkena saraf kejepit, karena terlalu sering mengangkat beban berat bisa mempengaruhi bentuk postur tubuh seseorang. Dan jika postur tubuh berubah, ini bisa menyebabkan terjadinya saraf kejepit.

Adapun beberapa penyebab lain yang bisa meningkatkan risiko orang mengalami saraf kejepit, diantaranya:

* Mengangkat beban/barang melebihi kemampuan 
* Cedera tulang belakang saat aktivitas (misal, badan terjatuh dengan menghadap bagian belakang)
* Terlalu lama beristirahat di tempat tidur dengan posisi postur yang buruk

Namun untuk memastikan kondisi tersebut hanya bisa dilakukan setelah menemui dokter dan mendapatkan diagnosa secara resmi.

Faktor dan Gejala yang Timbul dari Saraf Kejepit

Gejala yang ditimbulkan dari saraf kejepit mungkin akan menimbulkan rasa tidak nyaman yang berkepanjangan. Pada saat mengalami kondisi ini, seseorang akan merasakan sakit yang menyengat ketika mereka menggerakan tubuh mereka, seperti membungkuk, memutar badan, atau bahkan saat sedang berjalan. Selain itu, seseorang juga bisa mati rasa atau kesemutan pada beberapa bagian tubuh.

Kondisi ini memiliki beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko untuk terkena nyeri punggung, seperti:

* Faktor usia
* Postur tubuh
* Jarang berolahraga
* Kelebihan berat badan atau Obesitas
* Merokok

Kapan harus pergi ke Dokter?

Dalam menghadapi nyeri punggung akibat saraf kejepit, ada baiknya jika kita segera memeriksakan diri kepada dokter untuk mengantisipasi jika adanya masalah serius untuk ditangani. Biasanya kondisi ini secara perlahan bisa mereda dalam jangka waktu beberapa hari setelah beristirahat yang cukup.

Namun jika gejala tak kunjung hilang setelah berhari-hari, maka segera periksakan diri kalian ke dokter ortopedi terdekat. Hal ini dikarenakan saraf kejepit dapat berpotensi untuk merusak saraf secara permanen, dan itu dapat mengancam kesehatan kalian.

Jika dokter menyarankan kalian untuk segera melakukan penanganan lebih lanjut, maka kamu tidak perlu khawatir! Karena penanganan saraf kejepit kini juga bisa dilakukan tanpa harus melakukan prosedur operasi yang membutuhkan bedah yang besar. 

Perkembangan teknologi kini telah memungkinkan dokter untuk menangani masalah nyeri punggung dengan metode minimal invasif yang lebih meminimalkan luka sayatan dan rasa nyeri pada pasien dengan risiko komplikasi yang lebih rendah dan masa pemulihan yang lebih singkat. Salah satu metode yang biasa digunakan dalam menangani masalah nyeri punggung yaitu BESS.

Apa itu Metode BESS?

Metode BESS atau Biportal Endoscopic Spine Surgery merupakan suatu teknik operasi yang menggunakan teknologi endoskopi untuk mengatasi masalah tulang belakang. Prosesnya pun dapat dilakukan dalam waktu cepat melalui sayatan kecil.

Proses ini hanya perlu mengandalkan kamera kecil yang dimasukan ke dalam tubuh sehingga proses pembedahan bisa dilakukan tanpa berisiko merusak jaringan lain yang ada di dalam tubuh kita.

Proses pemulihan pasca operasi pun juga akan berlangsung dengan cepat, sehingga memungkinkan pasien untuk bisa segera kembali beraktivitas setelah melakukan operasi. Proses BESS juga memiliki tingkat keberhasilan tinggi, sehingga sangat aman bagi pasien.

Ayo jaga kesehatan tulang belakangmu dari sekarang! Kamu bisa melakukan perawatan tulang belakangmu dengan mengunjungi pusat ortopedi Gatam Institute di Eka Hospital. Yuk, kunjungi websitenya untuk informasi lebih lanjut.

Oleh: dr. Asrafi Rizki Gatam, Sp.OT (K) Spine

Konsultan Tulang Belakang Eka Hospital BSD



Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website suara.com. Situs https://www.nerf-herders-anonymous.net adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://www.nerf-herders-anonymous.net tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *