Badan Tetap Langsing dan Singset Pasca Melahirkan, Nikita Willy Beberkan Pentingnya Olahraga Saat Hamil

Suara.com – Nikita Willy mampu mempertahankan tubuh langsing pasca melahirkan anak pertamanya baby Izz atau Issa Xander Djokosoetono. Rahasianya ternyata karena Nikita Willy tetap rutin olahraga saat hamil.

“Banyak banget orang yang nggak tahu betapa pentingnya olahraga pada saat hamil. Pastinya kalau sudah disetujui sama dokter. Kalau dokternya sudah membolehkan kamu untuk berolahraga, sepertinya itu harus banget berolahraga,” kata Niki dikutip dari kanal YouTube Nikita Willy Official, Selasa (15/11/2022).

Seperti kebanyakan perempuan, Nikita Willy mengaku kalau dirinya juga mengalami kenaikan berat badan selama hamil. Meski begitu, angkanya tidak terlalu banyak. Sehingga, Nikita Willy tidak merasa terlalu sulit untuk kembali menurunkan berat badannya.

Selain mengontrol berat badan, manfaat lain yang dirasakan pemain film ‘Alas Pati’ itu juga dirinya jadi tidak mengalami bengkak terutama pada area kaki, seperti yang biasanya dirasakan ibu hamil.

“Banyak banget manfaat yang aku rasain saat hamil karena olahraga itu, badan juga lebih ringan, terus yang aku rasain juga nggak ada kaki bengkak atau bagian badan yang bengkak,” tuturnya.

Nikita Willy tetap langsing pasca melahirka. (Dok. Youtube)

Diungkapkan oleh Personal Trainer pribadi Nikita Willy, Dave, bahwa kliennya itu memang secara genetik tubuhnya tidak terlalu sulit untuk membentuk otot. Sehingga pembakaran lemak selama berolahraga bisa lebih cepat, bahkan dibandingkan suaminya sendiri Indra Priawan.

“Niki sebenarnya cukup spesial karena kita sudah melakukan tes DNA berdasarkan genetik dan dia membangun otot cukup cepat dibanding suaminya Indra. Dia sangat beruntung,” kata Dave.

Lewat video vlog pada kanl YouTube pribadinya, Nikita Willy menunjukan kegiatan berolahraganya mulai dari jalan santai di treadmill hingga angkat beban.

Dave mengatakan kalau tujuan olahraga Niki untuk mrmbakar lemak. Sehingga intensitas yang dilakukan cenderung tinggi dan membuat detak jantung per menit lebih cepat.

“Meskipun setelah hamil, saya harus memperlakukan dia seperti orang baru. Karena detelah melahirkan dia orang yang baru. Saya suka memeriksa untuk memastikan bahwa dia berada dalam detak jantung yang tepat, mengingat kita fokus untuk menghilangkan lemak jadi antara 130 dan 155 (per menit),” ungkap Dave.



Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website suara.com. Situs https://www.nerf-herders-anonymous.net adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://www.nerf-herders-anonymous.net tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *