Cermati Trotoar dan Tinggi Tanaman, Ini Tips dan Trik Aman Mengemudikan Mobil di Musim Hujan

Suara.com – Setiap memasuki musim hujan, salah satu hal yang paling ditakuti oleh para pengguna jalan raya adalah banjir. Bagaimana tidak, olakan air ini mampu menghambat perjalanan para pengguna mobil. Belum lagi ancaman water hammer atau air masuk dapur pacu yang bisa membuat piston bengkok.

Untuk itu, mengemudikan mobil saat musim hujan memerlukan keahlian dan kemampuan yang mumpuni.

Sony Susmana, pakar safety driving dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) menilai bahwa masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak begitu peduli dengan situasi banjir di jalanan.

Kendaraan menerobos genangan banjir di Jalan Raya Tanjung Duren, Jakarta Barat, Selasa (18/1/2022). [Suara.com/Septian]

“Persiapan di musim hujan itu penting dan disarankan untuk tidak mengabaikan bahaya genangan air, sehingga tidak nekat menerobos,” ucap Sony.

Sony Susmana juga menekankan bahwa mengetahui apa yang perlu dilakukan pada saat banjir sangatlah penting untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Antara lain kerusakan kendaraan yang kemudian dapat mempengaruhi nilai jual kendaraan.

Oleh sebab itu, berikut adalah hal-hal yang patut diperhatikan pada saat banjir:

Cek kondisi sekitar pada saat banjir

Pada saat banjir para pengendara akan mengalami kesulitan dalam melihat jalan raya. Namun ada beberapa cara yang dapat digunakan sebagai indikator ketinggian banjir.

Cek trotoar, tanaman, dan ban kendaraan untuk indikasi ketinggian banjir

Terdapat 3 (tiga) ketinggian trotoar yang dapat ditemukan pada jalan raya di Indonesia yaitu 5 cm, 10 cm, dan 15 cm.

Namun jika trotoar tidak dapat ditemukan, para pengendara bisa memeriksa ketinggian banjir menggunakan ban mobil kendaraan dimana rata-rata ketinggian ban mobil adalah 40 cm.

Menurut Sony, beberapa mobil SUV masih mampu melewati banjir dengan ketinggian satu ban. Namun, jika ketinggian banjir sudah melewati ketinggian ban, disarankan untuk berhenti saja.

Jangan gegabah dalam menerobos banjir

Bagi para pemilik kendaraan besar perlu untuk mengetahui cara-cara yang aman saat menerobos banjir. Pengendara disarankan untuk tidak gegabah walau merasa kendaraan besar mampu menerobos banjir dengan aman.

Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan saat mesti menerobos banjir:

a. Jangan injak pedal gas pada saat menerobos banjir

Sony menjelaskan bila jarak yang ingin ditempuh relatif pendek sehingga berniat menerobos banjir, sebaiknya biarkan mobil berjalan tanpa perlu menginjak pedal gas. Alasannya, jika pedal gas diinjak ada kemungkinan air dapat masuk ke dalam air filter atau filter udara.

b. Jangan memaksa untuk menerobos banjir jika air sudah tinggi

Jika ketinggian banjir sudah cukup tinggi, disarankan tidak memaksa melewati. Hal ini dikarenakan kemungkinan air untuk masuk dan bahkan menutup bagian air intake kendaraan.

“Rata-rata ketinggian pada air intake itu sama dengan lampu utama, dan posisinya ada yang mengarah ke bawah, posisinya berbeda-beda untuk setiap mobil. Intinya, jika air intake tertutup oleh air, maka ada kemungkinan mesin untuk mengalami water hammer atau blok mesin dapat pecah. Kalau sudah seperti ini, kemungkinan kerusakan pada kendaraan itu besar,” pungkas Sony Susmana.



Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website suara.com. Situs https://www.nerf-herders-anonymous.net adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://www.nerf-herders-anonymous.net tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *